LAPORAN KEGIATAN
PRAKARYA DAN
WIRAUSAHA
“CARA MEMBUAT FLIP-FLOP”
SMA NEGERI 1 BANTUL
Kelompok I
PENGANTAR
i.
Latar
Belakang
Dalam
rangka memenuhi tugas Prakarya dan Wirausaha dalam kurikulum 2013 ini, maka
dibuatlah suatu percobaan dan melibatkan proses yang sangat panjang. Oleh
karena itu dibuatlah suatu laporan kegiatan yang mencatat semua proses-proses
pengerjaan dari awal sampai akhir. Dan semoga laporan kegiatan ini dapat
digunakan sebagaimana mestinya.
ii.
Daftar
Anggota dan Identitas
Acitia Prabawanto (01)
Dyyah Qurniatun (11)
Luvina Yudha Wiranti (17)
Muhammad Farid Akram (19)
Muhammad Rizal Al-Fatah (20)
Sesilia Dewi Saraswati (29)
Kelas XI MIA 2
DAFTAR ISI
Pengantar
Daftar Isi
BAB I Tahap Mendesain PCB
BAB II Tahap Percetakan Gambar Pada PCB
BAB III Tahap Pengeboran
BAB IV Proses Penyolderan
Lampiran
BAB
I
TAHAP
MENDESAIN PCB
1.
Cara
mendesain PCB
·
Pastikan program Eagle
sudah diinstal di computer.
·
Buka Program Eagle.
·
Pilih File → New →
Project, lalu beri nama. Kemudian klik kanan folder yang sudah diberi nama→ New
→ Schematic
·
Untuk membuat skematik,
langkah pertama adalah memilih komponen yang akan digunakan. Klik Edit → Add. Kemudian akan muncul jendela ‘ADD’
yang berisikan database komponen-komponen elektronika yang dimiliki oleh EAGLE.
Dari sini kita akan memasukkan komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan.
Pertama kita akan memasukkan resistor, ketik ‘resistor*’ pada bagian ‘Search’
dan tekan ‘Enter’ pada keyboard. Tanda ‘*’ (bintang) harus disertakan setiap
kita akan mencari komponen yang diperlukan pada database. Jika sudah selesai,
untuk kembali bisa tekan tombol “Esc”. Untuk mendesain
skematik flip-flop kali ini, komponen yang digunakan adalah : resistor, transistor,
capasitor, led, batterai/ pin head.
·
Susun komponen
sesuai yang diinginkan atau sesuai contoh yang ada.
Move = Untuk mengatur posisi
setiap komponen .
Mirror = untuk merubah orientasi komponen berdasarkan prinsip
pencerminan.
Rotate = Untuk memutar posisi komponen pada skema rangkaian,
Wire = wire untuk membuat jalurnya.
Value = untuk memasukkan nilai-nilai pada setiap
komponen.
Name = untuk memberi nama setiap komponen.
Erc = untuk mengecek rangkaian apakah
masih ada yang salah atau tidak.
·
Setelah itu ubah schematic yang sudah jadi menjadi board. Caranya
:
·
Klik file, lalu switch to board.
·
Klik fitur “Move” untuk memindahkan kumpuln komponen yang
berada si sebelah kiri ke dalam kotak di sampingnya.
·
Susun komponen-komponen tersebut.
·
Sekarang saatnya untuk membuat jalur pada PCB, gunakan fitur
‘Route’ untuk membuat jalur pada PCB. Klik-kiri ‘Route’ kemudian pilih layer
(lapisan) yang akan digunakan. Karena PCB ini merupakan PCB single layer maka
pilih ‘Bottom’ pada layer, layer inilah yang akan digunakan untuk menggambar
jalur PCB.
·
Untuk memilih lebar jalur PCB yang akan digunakan pilih
‘Width’ pada toolbar bagian atas. Disini saya memilih lebar jalur PCB sebesar
0.05ml.
·
·
Untuk memilih jenis sudut (45°, 90°, atau melingkar) pada
jalur PCB yang akan dibuat hanya klik-kanan pada saat kita membuat jalur, atau
dengan menggunakan fitur ‘Wire bend’ pada toolbar yang muncul ketika kita
memilih fungsi ‘Route’. Usahan meminimalkan adanya sudut 90 derajat dalam jalur
komponen.
·
Jarak antar jalur jangan terlalu dekat, usahakan tidak
terlalu rumit.
·
Langkah terakhir dan wajib dilakukan adalah melakukan
pemeriksaan terhadap PCB yang telah kita buat dengan menggunakan fitur ‘Erc’
dan ‘Drc’. Apabila tidak ada kesalahan atau eror, PCB siap dicetak.
BAB
II
TAHAP
PENCETAKAN GAMBAR PADA PCB
1.
Peralatan
dan Bahan
1. Papan
PCB 5.
Kertas foto
2. Setrika 6. Lapisan penutup :
(kain atau kertas)
3. Amplas 7. Cutter
4. Spidol 8.
Selotip
2.
Proses
Pencetakan
· Print
design PCB dengan kertas foto. Tujuannya agar tinta lebih mudah menempel pada
PCB.
· Bersihkan
papan PCB menggunakan air dan amplas agar mendapatkan hasil yang bagus.
· Lalu
tempelkan design PCB tersebut di papan PCB yang sudah diamplas.
· Setelah
posisinya sudah tepat, selotip design tersebut dengan PCB. Tujuannya agar pada
saat proses menyetrika kertasn design tidak goyah.
· Setelah
itu, setrika PCB, namun sebelum disetrika beri lapisan penutup di atas PCB
dengan kain atau kertas.
· Proses
selanjutnya adalah mengelupas kertas dari PCB. Setalah PCB di seterika,
masukkan PCB pada air dan gosok PCB untuk membersihkan sisa-sisa kertas yang
masih menempel. Lalu bersihkan PCB dengan cutter agar jalur lebih jelas.
· Terakhir
jika PCB sudah bersih, sambung jalur jika ada yang terputus dan tebalkan jalur
menggunakan spidol.
3.
Proses
Pelarutan
Selanjutnya
proses yang harus dilakukan adalah melarutkan lapisan tembaga pada PCB polos
yang tidak diperlukan dengan larutan ferriclorit (FeCl3).
Melarutkan Lapisan Tembaga Langkah
selanjutnya setelah melakukan proses pelekatan desain layout PCB diatas lapisan
tembaga PCB polos adalah melarutkan lapisan tembaga yang tidak diperlukan,
yaitu lapisan yang tidak tertutup oleh warna hitam (tinta hasil setrika),
sehingga nantinya akan didapatkan jalur-jalur penghantar yang diperlukan untuk
merangkai komponen elektronik. Langkah pelarutan lapisan tembaga tersebut
adalah sebagai berikut:
a.
Siapkan tempat
pelarutan
Siapkan nampan yang berukuran sesuai
dengan ukuran PCB yang kita buat. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu
kecil. Isilah nampan tersebut dengan air secukupnya. Air yang digunakan dalam
pelarutan lapisan tembaga dapat menggunakan air biasa (tidak panas) atau juga
air panas.
b.
Siapkan larutan
ferriclorit (FeCl3)
Masukkan bubuk ferriclorit (FeCl3)
kedalam air dalam nampan yang telah dipersiapkan. Aduk hingga bubuk ferriclorit
rata tercampur (larut) dalam air.
c.
Proses pelarutan lapisan
tembaga pada PCB
Masukan PCB polos yang telah disablon
kedalam larutan ferriclorit. Sebagai tindakan kehati-hatian, sebelum dimasukan
sebaiknya kita melakukan pemeriksaan ulang keadaan jalur-jalur PCB (hasil
setrika), pastikan bahwa jalur yang akan kita buat sudah benar, tidak ada
kesalahan. Setelah dimasukan, untuk mempercepat proses pelarutan lapisan
tembaga, maka goyanglah nampan berisi larutan ferriclorit secara perlahan
bersama-sama dengan papan PCB tersebut. Langkah ini dilakukan dilakukan sampai
tembaga larut dan tinggal jalurnya saja.
BAB III
TAHAP PENGEBORAN
1. Peralatan dan bahan
Peralatan yang dibutuhkan
untuk pengeboran, diantaranya :
·
Bor mini
untuk PCB
·
Mata bor
dengan diamater 0.8mm-1mm
·
Ladasan
kayu
·
Paku kecil
2. Proses pengeboran
1.
Siapkan
PCB yang akan dibor.
2.
Beritanda
pada setiap titik yang ingin dibor dengan mengunakan paku kecil agar saat
pengeboran tidak akan salah dan bergeser.
3.
Letakkan
PCB pada landasan kayu.
4.
Bor setiap
titik, sebaikanya pegang alat bor dengan tegak lurus.
5.
Ulangi
agar lubang benar-benar berlubang.
BAB IV
TAHAP PENYOLDERAN
1.
Peralatan dan bahan
Peralatan yang dibutuhkan pada waktu menyolder,
diantaranya :
- Solder
- Timah solder/Tinol (metal yang mempunyai titik cair cukup rendah sehingga mudah mencair);
- Penjepit/tang (untuk memotong kaki – kaki komponen yang terlalu panjang)
- Dudukan solder (untuk meletakkan PCB yang akan di solder).
2.
Persiapan
- Dipasaran terdapat solder yang mempunyai rentang daya antara 15 watt s/d 40 watt. Semakin besar tegangannya, solder tersebut akan semakin panas. Dalam pemilihan solder yang harus kita perhatikan adalah benda kerja yang akan di solder. Untuk menyolder komponen elektronika dianjurkan menggunakan solder yang berkekuatan 30 watt, supaya tidak terlalu panas yang menyebabkan komponen yang disolder menjadi rusak.
- Lapisi soder dengan tenol. Caranya panaskan solder, lalu lelehkan tenol pada mata soler tersebut.
- Sebelum menyolder, bersihkan mata solder dengan gondorukem. Caranya yaitu setelah mata solder sudah panas, celupkan pada gondorukem.
3.
Proses Penyolderan
·
Membersihkan PCB dan Komponen
Bersihkan
PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau menggunakan
alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa menyebabkan korosi
pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada PCB. Setelah itu bersihkan
komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di
solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
·
Memanasi jalur PCB
Panaskan
jalur (tembaga) pada PCB menggunakan solder.
·
Memasukan Komponen
Elektronika pada PCB
Kawat kaki
komponen dimasukan pada lubang PCB dan bengkokan dengan tang sehingga terdapat
pengait mekanis untuk menjaga posisi komponen.
·
Menambahkan tenol
pada Titik Solderan
Letakkan
tenol pada bagian yang akan di solder, lalu lelehkan tenol tersebut dengan
solder. Usahakan rapi dalam meyolder dan jangan sampai tenol meleleh/menyatu
pada jalur lain atau komponen lain.
·
Menarik Timah
Solder
Setelah
jumlah timah yang meleleh dirasa cukup, singkirkan timah dari titik solderan.
Tahan ujung solder pada titik solderan sampai timah meresap pada semua bagian
solderan. Setelah itu tarik ujung solder dari titik solderan dan biarkan
beberapa saat untuk proses pendinginan.
·
Mendinginkan titik solderan
elama pendinginan, titik
penyolderan tidak boleh terguncang untuk menghindari penyolderan dingin.
Penyolderan dingin dapat dilihat dari permukaan timah pada titik solderan yang
menjadi buram.
Lampiran
a. Tahap
Pelarutan
b. Tahap
Pengeboran
c.
Tahap Penyolderan







